Setiap minggu ada pelanggan yang datang dengan pertanyaan yang sama: desain ini sebaiknya disablon, dicetak DTF, atau dibordir? Jawabannya tergantung pada tiga hal: jumlah pesanan, jumlah warna di desain, dan kesan yang ingin kamu dapatkan.
Kenali tiga teknik
Sablon plastisol mencetak tinta tebal lapis demi lapis, satu screen untuk setiap warna. Print DTF mencetak desain penuh warna ke film, lalu dipindahkan ke kaos dengan mesin press. Bordir menjahit desain dengan benang langsung ke kain.
Perbandingan singkat
| Sablon | Print DTF | Bordir | |
|---|---|---|---|
| Cocok untuk | Pesanan banyak | Satuan & full color | Logo & seragam |
| Jumlah warna | Terbatas | Tanpa batas | Terbatas |
| Kesan hasil | Tebal, solid | Halus, detail | Timbul, premium |
| Mulai dari | Rp XX.XXX | Rp XX.XXX | Rp XX.XXX |
Kapan memilih sablon
Pilih sablon kalau pesananmu banyak dan desainnya memakai sedikit warna solid, misalnya kaos komunitas atau panitia. Biaya per pcs makin turun saat jumlahnya bertambah.
Kurangi jumlah warna di desain untuk menekan biaya sablon. Admin kami bisa bantu menyederhanakan desain tanpa mengubah karakternya.
Kapan memilih DTF
DTF paling pas untuk desain penuh warna, gradasi, atau foto, dan untuk pesanan satuan. Kamu tidak perlu menunggu jumlah tertentu untuk mendapatkan hasil yang tajam.

Kapan memilih bordir
Bordir memberi kesan rapi dan premium, cocok untuk logo kecil di polo, topi, jaket, atau seragam kantor. Hasilnya awet karena desainnya berupa jahitan benang.
“Kalau ragu, kirim desainnya dulu. Kami rekomendasikan teknik yang paling pas, bukan yang paling mahal.”
— Tim AWESAM
Kesimpulan
- Banyak pcs + warna solid → sablon plastisol
- Satuan atau full color → print DTF
- Logo premium untuk seragam → bordir
Masih bingung? Kirim desainmu.
Admin kami rekomendasikan teknik dan hitung harganya hari itu juga.